Selamat Datang Di Blog Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama Kabupaten Sumenep
Tampilkan postingan dengan label Kabar Ancab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Ancab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Desember 2012

Bendera IPPNU Guluk-Guluk Berkibar Kembali

PAC Guluk-Guluk - Dua kalimat syahadat mengalun dari bibir gadis-gadis cantik dengan penuh khidmat. Dengan berjajar rapi di depan dekorasi berwarna hijau, 15 pelajar memakai baju putih-putih dan dipadu kerudung putih pula bersumpah atas nama Allah akan mempertahankan dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945, dan mewujudkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunah wal Jamaah.

Pengambilan sumpah Pengurus Anak Cabang IPPNU Kecamatan Guluk-Guluk dipandu Wakil Ketua I PC IPPNU Sumenep, Romlatur Rohmah, S.Pd.I. Sebelum membacakan sumpah pelatikan, ia menanyakan kesiapan pengurus yang akan dilantik. Dengan penuh semangat calon pengurus IPPNU Guluk-Guluk menyatakan siap, dan Romlatur Rohmah pun membacakan naskah pelantikan.

Prosesi pelatikan pengurus PAC IPPNU Guluk-Guluk masa khidmat 2012-2014 disaksikan Pengurus Cabang IPPNU Sumenep, Senior IPPNU Guluk-Guluk, PAC IPNU Guluk-Guluk, MWC Guluk-Guluk, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, delegasi OSIS se-Kecamatan Guluk-Guluk, dan beberapa anak yatim untuk menerima uluran tangan dari PAC IPPNU Guluk-Guluk.

Di bawah komando Zahratunni’am sebagai Ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Guluk-Guluk, selama dua tahun mereka akan mencurahkan segala tenaga dan pikiran untuk mengawal dan memajukan pelajar yang ada di Kecamatan Guluk-Guluk. Zaza, panggilan Zahratunni’am, dalam sambutannya berjanji demikian.

“Untuk mengawal pelajar di Guluk-Guluk, saya mengharap dukungan dan kerjasama semua pihak. Pengurus yang baru saja dilantik diharapkan bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin,” katanya dalam sambutan setelah dilantik, Jum’at, 30 November 2012 di Kantor MWC NU Guluk-Guluk.

Secara khusus, kepada pengurus dari cabang IPPNU Sumenep yang menghadiri undangan ia meminta bimbingan dan arahan. “Jangan segan-segan kami tegus dan bimbing,” pintanya.

PAC IPPNU Guluk-Guluk sempat jaya dan mengantarkan kader terbaiknya menjadi orang nomor satu di IPPNU Sumenep, tapi setelah itu mati suri. Pelantikan pengurus itu pertanda komitmen bersama pelajar Guluk-Guluk untuk mengibarkan bendera kembali dengan semangat baru.

Semangat pelajar Guluk-Guluk untuk menabuh genderang disambut PC IPPNU Sumenep. Romlatur Rohmah saat mewakili Ketua Ketua PC IPPNU Sumenep memberikan sambutan menyambut baik inisiatif para pelajar untuk menghidupkan kembali IPPNU Guluk-Guluk.

“Selamat mengibarkan berdera kembali. Semoga mampu membangun kembali bendera yang mati suri pada hari kemaren. Semoga PAC (IPPNU) Guluk-Guluk mampu berperan dan bersaing dengan IPPNU yang lain,” harapnya. Selamat Belajar, Berjuang dan Bertaqwa!

http://nusumenep.or.id pada 16 Desember 2012

Jumat, 09 Desember 2011

PAC IPNU-IPPNU Rubaru Meriahkan Tahun Baru Hijriyah

Menyambut tahun baru Islam, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Rubaru menggelar berbagai lomba di halaman Masjid Al Karomah, Rubaru Sumenep, Ahad (04/12).

Dalam rangka menyambut tahun baru 1433 Hijriyah tersebut, Ahad (04/12) pagi PAC IPNU-IPPNU Rubaru mengadakan lomba mewarnai untuk tingkat TK/RA se kecamatan Rubaru. Dalam kesempatan ini 40 peserta bersaing untuk mendapatkan piala PAC IPNU-IPPNU Rubaru.

Setelah beradu kompetisi selama 60 menit, dewan juri yang di koordinatori Sunsiati memilih Siti Zubaidah delegasi dari RA. An Najah sebagai juara pertama, lalu di susul Laila Agustin dari RA. Mambaul Ulum dan Fathor Rasi dari RA. Mathlabul Ulum.

Siang harinya dilanjutkan dengan lomba gerak jalan shalawat. Puluhan pelajar dan pemuda beradu kompetisi menunjukkan kebolehannya dalam lomba kali ini.
Terpilih sebagai juara pertama utusan dari MA. Nurul Hikmah, juara dua Mts Nurus Shobah dan Juara tiga Mambaul Hikmah.

Malam puncak kegiatan tersebut diakhiri dengan ceramah keagamaan. Puluhan pemuda dan masyarakat Rubaru menghadiri acara yang menghadirkan penceramah Ketua Muslimat NU Lenteng.

Dalam ceramahnya, Ny. Hj. Wardah Rasyidi menjelaskan urgensi memperingati tahun baru hijriyah. “Yaitu mengenang hijrahnya Nabi dengan cara kita hijrah. Hijrah untuk selalu mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad sebgai hijrahnya kita dari dunia ke akhirat nanti,” tuturnya.

Tampak hadir pada malam puncak semarak tahun baru hijriyah tersebut dari PC IPNU-IPPNU Sumenep, Ketua PC IPNU Syaiful Harir, Ketua PC IPPNU Sumenep Waki' Saningrum, S।Pd.I, Pengurus IPPNU sekaligus tunangan Ketua PC IPNU Sunsiati, Pengurus IPNU Anwar Nuris, Hakiki, Fawaid dan Abbadi.

http://nu.or.id pada 05/12/2011 16:12

Sabtu, 19 November 2011

Praktek Mengkafani Janazah PAC Bluto Berjalan Khidmat

Memandikan janazah tak hanya sebatas meratakan air kepada seluruh anggota badan mayat। Selain itu, ada tatacara tertentu yang telah ditetapkan para ulama berdasarkan syariat Islam. Memberikan pemahaman tatacara mengkafani mayat, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bluto menggelar pelatihan tersebut di PP. Nurul Hidayah, Aengbaja Kenek Bluto Sumenep. Jum'at (18/11) pagi.

Acara yang dimulai pukul 08.30 Wib. tersebut menghadirkan Arfan Fadhali, S.Fil.I sebagai fasilitator. Dalam penyampaiannya, sarjana Fakultas Ushuluddin tersebut banyak menguraikan adab tatakrama mengkafani janazah, mulai dari sebelum dimandikan sampai selesai dikuburkan.

Setelah memberikan pemahaman tatacara mengkafani janazah, acara dilanjutkan dengan praktek langsung. Boneka dijadikan janazah sebagai alat praktek. Dan setelah praktek dilanjutkan dengan dialog.

Saat dihubungi NU Online, Ketua PAC IPPNU Bluto menuturkan, pelatiahan mengkafani janazah sebagai salah satu modal untuk terjun di tengah-tengah masyarakat. “Karena kita nanti akan terjun ke tengah-tengah masyarakat dan akan selalu berhadapan dengan orang meninggal, maka pelatihan ini sebagai bekal awal untuk tidak gamang di tengah-tengah masyarakat,” Tutur Romlatur Rohmah.

Pelatihan itu disambut baik Ketua Yayasan Al Hidayah. K.Wahed, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, praktek-praktek langsung sangat baik ditanamkan ke anak-anak muda karena jarang sekali dilakukan oleh para ulama.

http://nu.or.id pada 19/11/2011 12:28

PAC IPNU-IPPNU Lenteng Siap-siap Peringati Tahun Baru Hijriyah

Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan kalender hijriyah. Menyambut tahun baru hijriyah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Lenteng siap-siap memperingati tahun baru hijriyah. Kamis (17/11) siang, menggelar rapat persiapan peringatan tahun baru hijriyah di kantor MWC NU Lenteng, Lenteng Sumenep.

Rapat yang dihadiri lebih dari 80 persen pengurus tersebut akan menggelar lomba gerak jalan sholawat untuk memeriahkan peringatan tahun baru 1433 hijriyah.

“Kegiatan tersebut ditujukan untuk membumikan sholawat di Kecamatan Lenteng, dan lagi biar tidak hanya tahun baru masehi yang semarak. Ide yang muncul dikalangan teman-teman ya kegiatan itu, maka diputuskanlah kegiatan itu dalam rapat,” tutur Ketua PAC IPNU Lenteng rekan Hendri, kepada NU Online.

Seperti kesepakatan rapat, lomba itu akan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2011 di depan kantor Kecamatan Lenteng. Pada rapat tersebut tidak teragendakan syarat pendaftaran lomba. Saat dikonfirmasi NU Online, Ketua Panitia rekan Suryadi menyebutkan, hal itu diserahkan kepada tim SC.

Untuk sekedar diketahui, terpilih sebagai Ketua Panitia rekan Suryadi, Sekretaris Noerullah, dan Bendahara Iin Sofiana.

http://nu.or.id pada 19/11/2011 10:23

Rabu, 28 September 2011

Peran dan Tanggung Jawab Pelajar dalam Tatanan Sosial

Manusia sebagai khalifah sejak lahir telah menyandang tanggung jawab. Semakin dewasa semakin besar pula tanggung jawab yang dipikulnya. Manusia sebagai makhluk sosial pada sisi yang lain, yang telah dilimpahkan tanggung jawab, dituntut dapat melaksanakan segala tanggung jawab yang telah dilimpahkannya dengan baik. Jika tidak dapat menjalankan dengan baik, mereka akan tersingkirkan dari realitas sosial, dan akan mendapat stigma negatif di tengah masyarakat.
Perbincangan tersebut jadi tema kajian Bulan September PAC IPNU-IPPNU Bluto di rumah Rekanita Ursila, Aeng Dake, Bluto, Sumenep, Ahad sore (25/09).
“Pelajar sebagai bagian dari masyarakat tak luput dari peran dan tanggung jawab di pundaknya,” tutur Hakiki, fasilitator saat memberikan hantaran awal.
Tugas seorang pelajar sebagai kader bangsa yang memiliki intelektualitas yang tinggi bertanggung jawab untuk dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. “Tugas utama pelajar adalah agen of change,” kata Halili.
Sunsiati menambahkan, selain sebagai penggerak perubahan, tugas seorang pelajar sebagai kontrol sosial. “Pelajar harus kritis dalam menyikapi berbagai hal. Sikap kritis dan netral inilah yang akan mengantarakan seorang pelajar jadi insan pengontrol,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Romlatur Rahmah. Ia mengatakan, untuk jadi insan pelajar tidak hanya cukup membaca dan menerima gagasan yang ia baca. Meneliti dan mengkaji konteks di balik teks yang dibaca harus selalu di kedepankan. Sehingga sikap kritis pelajar tidak menambah persoalan di tengah masyarakat.

http://nu.or.id pada 26/09/2011 13:09

PAC IPNU-IPPNU Lenteng Adakan Sosialisasi Anti Narkoba

Sosialisasi dan kampanye bahaya narkoba sangat penting untuk terus selalu digalakkan kepada para pelajar dan anak muda. Pasalnya, akhir-akhir ini tidak sedikit pelajar dan anak muda yang terlibat barang haram tersebut.
Pembicaraan tersebut mengemuka pada acara Sosialisasi Anti Narkoba yang diselenggaran Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Lenteng kerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumenep di Aula MWC NU Lenteng, Sumenep, Selasa (20/11).
Sosialisasi bahaya narkoba yang melibatkan puluhan pengurus ranting dan komisariat IPNU-IPPNU se-Kecamatan Lenteng di hadiri Pengurus MWC NU Lenteng, Kiai Dumairi Asy'ari, S.Ag, Ketua IPNU Sumenep, Syaiful Harir, Ketua IPPNU Sumenep, Waki' Saningrum, Sekretaris IPNU Sumenep, Ubaidillah.
Ketua IPNU Sumenep mengatakan, acara sosialisasi bahaya narkoba sangat penting untuk terus di kampanyekan dalam rangka membentengi para pelajar dari bahaya narkoba yang mulai masuk ke daerah perkampungan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya sosialisasi ini, karena saat ini narkoba tak hanya beredar di daerah perkotaan, tapi sudah masuk ke desa-desa. Jika pelejar-pelajar sekarang sudah banyak yang terlibat narkoba bagaimana nasib bangsa ini dimasa yang akan datang,” jelas Syaiful Harir.
Penyaji yang dihadirkan dari Dinas Sosial Kabuapten Sumenep itu secara panjang lebar menjelaskan bahaya narkoba, mulai dari aspek agama, moral, sosial, ekonomi dan kesehatan.

http://nu.or.id pada 20/09/2011 13:51

PAC IPNU-IPPNU Bluto Selenggarakan Temu Alumni dan Buka Bersama

Pertama dalam sejarah PAC IPNU-IPPNU Bluto mengumpulkan mantan pengurus dari berbagai generasi dalam satu forum. Rabu (24/8) PAC IPNU-IPPNU Bluto menyelenggarakan Temu Alumni dan Buka Bersama di Aula MWC NU Bluto.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh mantan ketua kecuali Musa, Sadili Efendi, Asy’ari dan Maulidi yang berhalangan hadir.
Dalam serap aspirasi para alumni, pendiri IPNU Bluto, KH. Sofyan Nawawi sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengharap kepengurusan IPNU tiap periode bisa dibukukan sehingga tidak ada kesenjangan antara pengurus yang baru dengan pengurus yang lama.
Hal senada juga datang dari Bambang Khadawi, SH, MH. “Kepengurusan IPNU saaat ini alhamdulillah lebih baik dari masa saya dulu dan saya berharap akan terus semakin baik dengan membenahi kekurangan-kekurangan dengan diselenggaraknnya kegiatan seperti ini.”
Hakiki, Ketua IPNU Bluto dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan tersebut ditujukan sebagai tali silaturahmi antara senior dan yunior. Perkenalan pengurus dan mantan pengurus diharapkan dapat menumbuhsuburkan IPNU-IPPNU Bluto ke depan ke perubahan yang lebih baik.

http://nu.or.id pada 30/08/2011 09:36

Jumat, 15 Oktober 2010

PAC Lenteng Terbentuk

PAC LENTENG. Tiga tahun terakhir keberadaan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Anak Cabang Lenteng tidak terlihat ada aktifitas. Sejak akhir tahun 2008 IPNU-IPPNU lenteng mati suri, program kaderisasi tidak berjalan. Setelah masa jabatan Ach. Habibi dan Sesy Aisyiah (ketua IPNU dan IPPNU periode 2006-2008) berakhir, pengurus tidak menggelar konferensi Anak Cabang (Konfarancab) karena krisis kader.
Ahad (01/10) pagi, belasan pelajar lenteng sepakat berkumpul di rumah mantan Kepala Desa Moncet Timur. Pertemuan yang juga dihadiri Ketua Umum PC IPNU Sumenep, Abd. Hadi, S.Pd.I., Devisi Penelitian dan Pengembangan Jaringan, Syaiful Harir dan M. Kamil Akhyari, dan Devisi Kaderisasi, Shidqi, S.Pd.I itu membincang keberadaan IPNU-IPPNU Lenteng.
Sebelum belasan pelajar itu sepakat untuk mengaktifkan kembali IPNU-IPPNU Lenteng. Abd Hadi, S.Pd.I bercerita kronologis “matinya” IPNU-IPPNU Lenteng dan keberadaan IPNU-IPPNU di PAC yang lain. “Sampai saat ini PAC IPNU-IPPNU Se-Kabupaten Sumenep ada 13 PAC.”ungkapnya.
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam menghasilkan kesepakatan, Hariri terpilih sebagai Ketua IPNU dan Ulfatut Tamamah sebagai Ketua IPPNU periode 2010-2012.

Minggu, 03 Oktober 2010

Pengurus PAC Bluto di Lantik

PAC BLUTO. Jum’at pagi (24/10), Pengurus Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Kecamatan Bluto periode 2010-2012 di lantik di Gedung Majlis Wakil Cabang NU Bluto, Jl. Sumenep-Pamekasan Aengdake Bluto.
Tampak hadir pada pelantikan, Perwakilan Pengurus MWC NU Bluto K. Hasan Basri, Ketua Umum IPNU Sumenep Abd. Hadi S.Pd.I, Ketua Umum IPPNU Sumenep Fifi Shofiati Afifiyah, S.Fil.I, Sekretaris Umum IPPNU Cabang Sumenep Waki’ Saringrum, Ketua II Fathorrosi, dan Devisi Penelitian dan Pengembangan Jaringan Syaiful Harir dan M. Kamil Akhyari.
Ketua IPNU terpilih dalam sambutannya meminta sambung doa untuk membawa IPNU-IPPNU Bluto ke arah yang lebih baik, dan memohon kepada pengurus MWC dan mantan pengurus IPNU-IPPNU untuk tidak segan segan tegur sapa dan membagi-bagi pengalaman.
“Kami ucapkan terima kasih karena rekan-rekan telah mempercayai saya untuk memimpin IPNU Bluto ini. Tapi kami berharap dukungan kalian tidak hanya berhenti sampai di Konfarancab kemaren. Kami mohon dukungan kalian terus menerus untuk membantu kami memajukan IPNU-IPPNU Bluto ini”, tutur Hakiki disambut tepuk tangan hadirin. “MWC selaku orang tua kami dan pengurus periode sebelumnya sebagai kakak kami, kami mohon bimbingannya” tambahnya.
Kegembiraan atas terlaksananya pelantikan pengurus yang baru tidak hanya datang dari Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Sumenep. Pengurus MWC NU Kecamatan Bluto juga menyambut baik dengan dilantiknya pengurus IPNU-IPPNU yang baru.
“Kami mewakili Pengurus Majlis Wakil Cabang NU Bluto sangat bersyukur karena punya teman baru yang masih muda dan semangat untuk berjuang bersama-sama”, tutur K. Hasan Basri sambil tersenyum.

Pelantikan Molor
Prosesi pelantikan rencananya akan dimulai pukul 07:30 Wib, sebagaimana yang tertera di undangan yang telah di sebarkan ke komisariat dan ranting. Tapi prosesi pelantikan baru terlaksana sekatar pukul 10:00 Wib karena kendala hujan.
Sekalipun Prosesi pelantikan molor sekitar dua jam setengah, seluruh pengurus baru hadir untuk menerima sumpah jabatan. Dan pelantikan yang dilanjutkan dengan Seminar Keorganisasian di hadiri sekitar 60 peserta dari utusan komisariat dan ranting.

Senin, 14 Juni 2010

Jurnalistik Buka Wawasan Pelajar NU

PAC AMBUNTEN. Dunia tulis menulis dikalangan pelajar menjadi sebuah kebutuhan. Tanpa dibekali kreatifitas jurnalisme potensi pelajar dan santri dalam dunia pers akan terkubur. Begitulah perbincangan yang terdengar dalam forum pelatihan jurnalistik dengan tema “Menggali Potensi Pelajar dan Santri dalam Dunia Pers” di PP. Miftahul Ulum, Tambaagung Ares Ambunten Sumenep, Kamis, (27/05).


Dalam sambutannya Ketua IPPNU Ambunten menyatakan, pelatihan jurnalistik sebagai pintu awal dan bekal dalam dunia tulis menulis, sehingga pelajar dan santri NU yang mayoritas komunitas orang kampung tidak ketinggalan zaman. “Ini (pelatihan Jurnalisti, Red) setidaknya membuat mereka tidak ketinggalan zaman”. Tegas Hatimatul Khusna.


Hal senada juga disampaikan Arifah, dia mengaku pelatihan jurnalistik yang diikuti pertama kali dalam hidupnya dapat membuka wawasan baru dalam dunia pers. “Saya mendapatkan mengalaman menarik dari pelatihan ini yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata” pengakuan delegasi IPPNU Batu Putih ini.

Pelatihan jurnalistik hasil kerjasama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Ambunten dengan OSIS SMA Miftahul Ulum ini dihadiri puluhan pelajar NU dan santri PP. Miftahul Ulum dan pelatihan ini akan berjalan selama dua hari.

Minggu, 02 Mei 2010

PAC Bluto Persiapan Konfarancab

PAC BLUTO. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Nahdlatul Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Anak Cabang Bluto (PAC) di bawah tampuk kepemimpinan Khamsil Laily, S. Pd. I dan Waki' Saningrum tidak lama lagi akan berakhir. Pasalnya 25 Juni mendatang PAC Bluto akan menggelar Konferensi Anak Cabang (Konfarancab).
Menjelang Konfarancab, Jum'at (09/04). Pengurus membentuk Panitia Konfarancab di Masjid Baiturrahman Karang Cempaka, Bluto Sumenep, tertunjuk Royanul Kafi sebagai ketua panitia Konfarancab yang akanberlangsung pada bulan Juni mendatang.
Saat ditanya apasaja yang telah dilakukan untuk persiapan konfarancan? Kafi mengatakan hanya sebatas persiapan undangan dan materi konfarancab. “saat ini sebatas persiapan penyebaran surat untuk peserta yang akan di undang dan materi konfarancab” kata Mahasiswa STIK Annuqayah tersebut saat ditemui di rapar kedua menjelang konfarancab (30/04) di Masjid baiturrahman, Karang Cempaka.

Kamis, 25 Maret 2010

Syamsuni Terpilih Secara Aklamasi

PAC. GULUK-GULUK. Dua tahun IPNU sudah di Pimpin Abdur Rahem, sudah saatnya untuk melaksanakan Konferensi Anak Cabang (Konferencab) yang ke VII sebagai bahan evaluasi kinerja IPNU pada masa bhakti 2008-2010, sekaligus pemilihan ketua IPNU untuk masa bhakti 2010-2012.
Laporan pertanggung jawaban (18/03), mulai pukul 2I:00 sampai 23:00 WIB, yang di Pimpin Abdur Rahem, di terima peserta konferencab dengan senang hati, sekalipun organisasi membebani hutang Rp. 254.4700. Pasalnya, IPNU dibawah pimpinan Abdur Rahem telah berhasil memberi kenang-kenangan berupa komputer untuk pengurus IPNU masa 2010-2012 dan telah berhasil menyelenggarakan Seminar se Madura.
Keesokan harinya (19/03), sekitar pukul 08:00 WIB berlangsung pemilihan Ketua IPNU dengan Jumlah Hak suara 28 orang, namun ada tiga orang yang tidak menggunakan hanya. Dari 26 suara, terpilih Syamsuni secara aklamasi dengan jumlah suara 22, Ach. Qusyairi Nurullah 2, Paisun 1 dan Maswan 1.
Dalam sambutannya, ketua terlipih berjanji untuk memperluas jaringan dan keanggotaan IPNU, sehingga menjadi organisasi yang bisa mengayomi masyarakat, “Saya berjani akan memperluas IPNU menjadi organisasi Kemasyarakatan” Tutur Syamsuni. (M. Kamil Akhyari)

Konfarancab Penuh Harapan

PAC GULUK-GULUK. Menjelang Muktamar NU ke 32 Di Makasar, sejuta harapan disampaikan warga nahdliyin melalui diskusi publik, menghadirkan Calon Ketua Umum PBNU dan menulis diberbagai media massa untuk menyampaikan gagasannya. Kamis (18/03), pada Konferensi Anak Cabang (Konfarancab) PAC IPNU Guluk-Guluk yang ke VII, di PP Darul Ulum, Tambuko, Guluk-Guluk, KH. Wahsis Iqbal menyampaikan pikiran brilian harapannya kepada NU di hadapan 28 peserta konfrensi.

Tampak Hadir pada pembukaan konferensi jajaran Pengurus Cabang IPNU. Ketua Umum IPNU Sumenep Abd. Hadi, S.Pd.I, Wakil Ketua II Fathorrosi, Departemen Penelitian dan Pengembangan Jaringan M. Kamil Akhyari, Wakil Ketua MWC NU Guluk-Guluk KH. Moh. Hosnan A Nafi, S. Ag. Dan Pengasuh PP. Darul Ulum K. Wahsis Iqbal.

Menururnya, NU perlu untuk bersatu dan satu suara dalam menyebarkan Agama Islam ala Ahlussunnah wal jamaah. Mereka melihat saat ini maraknya ideologi-ideologi yang telah menyimpang dari Aswaja di kalangan warga nahdliyin sendiri. Maraknya ideologi yang telah keluar dari NU, menjadi tugas penerus IPNU yang akan datang untuk mengembangkan sayap IPNU. “IPNU perlu menyebarkan sayap untuk masa yang akan datang” kata pengasuh PP. Darul Ulum pada sambutan.

Selain itu, dia mengharapkan, IPNU bisa menjelaskan NU yang sebenarnya karena banyak masyarakat yang tidak tahu NU yang sebenarnya. “Sekarang banyak orang yang tidak tahu kepada NU” tuturnya.

Pernyataan pengasuh PP. Darul Ulum tersebut di teruskan oleh Wakil Ketua MWC NU Guluk-Guluk. KH. Moh. Musnan A Nafi, S. Ag. berharap, IPNU mendatang bisa melakukan sosialisasi intensif di masyarakat untuk menjelaskan NU yang sebenarnya.

Selain itu Pembantu Ketua III STIK Annuqayah ini berharap, Konfarancab bisa menghasilkan rekomendasi dari pokok pikiran dan masukan yang disampaikan warga nahdliyin, dan dititipkan kepada PCNU yang akan menghadiri muktamar di Makasar. “Bagaimana konferensii ini bisa menghasilkan rekomendasi untuk harapan NU mendatang” harap salah satu pengasuh PP. Annuqayah ini.


Konfarancab Bukan Hanya Pemilihan Ketua

Harapan berbeda di sampaikan oleh Ketua Panitia. Syamsuni menuturkan, Konfarancab adalah musyawarah tertinggi organisasi IPNU untuk tingkat kecamatan. Dia berharap Konfarancab bukan hanya sekedar pergantian pengurus dari pengurus yang lama ke pengurus yang baru, “Konfarancab ini bagaimana bisa menjadi bahan evaluasi” tutur Mahasiswa STIK Annuqayah ini.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Umum IPNU Cabang Sumenep. Dia berharap Konfarancab jangan hanya fokus pada pemilihan ketua, sebagaimana Muktamar NU yang setiap harinya media hanya berbicara masalah Calon Ketua Umum PBNU. “Jangan terjebak kepada pemilihan ketua” tutur Abd. Hadi, S.Pd.I.

Rabu, 24 Maret 2010

Menjelang Pilbup Sumenep, Pelajar NU bentengi dengan Pelatihan Kepemimpinan

PAC ZONA TIMUR DAYA. Sebentar lagi Sumenep akan menggelar pesta demokrasi. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati akan digelar pada tanggal 14 juni 2010. Sejak saat ini mereka sedang lobi-lobi dan kampanye untuk menggaet dukungan, tanpa terkecuali pemudapun menjadi ladang basah tembak sasaran untuk menggalang dukungan.
Hajatan besar ini menjadi momentum Pengurus Anak Cabang (PAC) Zona Timur Daya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan seputar kepemimpinan kepada pemuda dan pelajar NU. Selasa, (16/03) PAC yang tergabung dalam Zona Timur Daya, yang meliputi Batu Putih, Batang-Batang, Gapura menggelar Diklat Manajemen dan Kepemimpinan, dengan tema “Pelajar Cerdas, Sumenep Berkualitas”, di Kantor NU Gapura.
Pada pembukaan pelatihan ini tampak hadir Wakil Ketua MWC NU Gapura K. Fathul Bari, Pengurus Harian GP Anshor Gapura Abd Rasyid, Ketua Umum PC IPNU Abd Hadi, S. Pd.I, Wakil Ketua II PC IPNU Fathorrosi, Wakil Ketua II PC IPPNU Khatimatul Husna, dan Departemen Penelitian dan Pengembangan Jaringan Syaiful Harir.
Dalam sambutannya Ketua Umum IPNU Sumenep Abd Hadi, S.Pd.I menyebutkan, pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan sebagai media atau alat untuk mengetahui seluk beluk leadership, sehingga dengan pelatihan tersebut pelajar NU bisa menelola organisasi dengan baik.
Alumni STIK Annuqayah ini menambahkan, menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, pelajar NU jangan mudah terjebak kepada janji-janji yang disampaikan Cabup Cawabup. “Dengan pelatihan ini, peserta mampu memilah dan memilih Cabup Cawabup yang terbaik” tuturnya dihadapan 70 peserta sambil diiringi tepuk tangan.
Selama dua hari, peserta yang terdiri dari Ancab Gapura, Batu Putih, Batang-Batang, Pasongsongan, Ambunten dan Yayasan LPI Dungkek, akan mendapatkan materi Kade Etik Organisasi IPNU-IPPNU, Manajemen Keorganisasian dan Kepemimpinan dari PW IPNU-IPPNU Jawa Timur. (M. Kamil Akhyari)

Rabu, 03 Februari 2010

Pelantikan dan Seminar Ke-IPNU-an

PAC AMBUNTEN. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Anak Cabang (Ancab) Ambunten seteleh melaksanakan konfrensi, akhirnya tersaring dan terpilih rekan Mastura dan rekanita Khatimatul Husna sebagai ketua IPNU-IPPNU Ancab Ambunten untuk mengemban amanah NU mengkader putra-putri NU Ambunten.
Jum'at (29/01/2010), Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Ambunten periode 2010-2011 dilantik oleh Ketua Umum IPNU Cabang Sumenep, Abd. Hadi, S. Pd. I dan Sekretaris Umum IPPNU Cabang Sumenep, Waki' Saningrum di Pendopo Kecamatan Ambunten.
Setelah pelantikan, acara tersebut dilanjutkan dengan Seminar. Tampak tiga penyaji yang akan mengisi seminar dengan tema “Peran IPNU-IPPNU dalam Era Modernisasi”, Mantan Ketua DRPD Sumenep, Drs. KH. Abuya Busyro Karim, M. Si, Pengurus Pusat IPNU, Ali Sudahri dan Ketua Umum IPNU Cabang Sumenep, Abd. Hadi, S. Pd.I.
Pelantikan dan seminar yang dihadiri sekitar 40 orang, yang terdiri dari PC IPNU Sumenep, MWC NU Ambunten dan PAC IPNU-IPPNU Se Kabuparen Sumenep tampak serius dalam mengikuti prosesi pelantikan dan seminar, sekalipun acara molor dari jadwal yang di canangkan panitia. Hujan yang mengguyur bangunan Pendopo Ambunten tidak membuat undangan putus asa mendengar petuah-petuah yang keluar dari Mantan DPRD Sumenep sekaligus mantan anggota IPNU, Pengurus Pusat IPNU dan Ketua Umum IPNU Cabang Sumenep.
Dalam seminar tersebut, Drs. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si, mencerikatakan peran IPNU dengan bercerita kesuksesannya sampai menjadi ketua DPRD dua periode. “Saya bisa seperti sekarang karena barokahnya IPNU” tutur alumni IPNU yang aktif sejak menginjakkan kaki di bangku Madrasah Tsanawiyah.
Sementara Ketua IPNU Cabang Sumenep, Abd. Hadi, S. Pd.I dalam pembicaraannya lebih menitik beratkan kepada sejarah IPNU-IPPNU sampai proses penamaannya. Penjelasan Ketua Umum IPNU Cabang Sumenep disempurnakan oleh penyaji ketiga, Pengurus Pusan IPNU, Ali Sudahri. (M.Kamil Akhyari)

Sabtu, 19 Desember 2009

IPNU-IPPNU Bluto Gelar Bedah Buku


PAC BLUTO. Jum'at, (18/12) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama' (IPPNU) Anak Cabang Bluto menggelar bedah buku “Jalan Terjal Santri Menjadi Penulis” di PP. Mambaul Hikmah Sera Barat Bluto.
Bedah buku ini sebagai upaya untuk memberi semangat dan spirit kepada kader-kader IPNU-IPPNU PAC Bluto dalam menulis. Sebagaimana penuturan Romlatur Rohmah dalam Prakata Panitianya. “Bedah buku ini sebagai langkah untuk memberi motifasi untuk bisa menulis” harapan Ketua Panitia. “karena sebagai pelajar atau mahasiswa harus bisa membudayakan membaca, diskusi dan menulis” tambahnya.
Ketua IPNU PAC Bluto berharap alumni pesantren tidak hanya menjadi kiai dan pintar membaca kitab kuning. “tapi juga bisa jadi penulis” tutur Khomsil Laily.
Sekalipun acara ini molor dari jadwal yang seharusnya di mulai pukul 07:30 baru bisa di mulai pukul 09:10 WIB. Ketua Cabang IPNU Sumenep merasa bangga dengan di gelarnya bedah buku yang baru terbit satu bulan yang lalu ini. “Saya sangat bangga dengan digelarnya bedah buku ini karena insyaallah buku ini baru pertama kalinya di bedah di madura” papar Abd. Hadi dalam sambutannya.
Saat Ahmad Khatib mulai membedah, peserta merasa tersentak untuk mendengarkan pemaparan pembedah lebih jauh dengan lebih serius, karena dia merasa kecewa dengan terbitnya bukunya itu. “saya kecewa pada penerbit karena banyak tulisan yang di potong-potong sehingga hampir menghilangkan substansinya” tutur Mantan Katua BEM STIKA saat membedah.
Namun, dia tetap semangat membagi-bagikan pengalaman panjangnya di hadapan 75 peserta sampai sukses menjadi penulis, bahkan dia bisa hidup dengan tulisan. “Mulai dari tas, songkok sampai sepatu yang saya pakai berkat menulis, bahkan bisa hidup dengan menulis” jelas salah satu penulis buku tersebut.
Pembanding sangat mengapresiasi terhadap buku tersebut karena anak-anak muda yang mulai merangkak belajar menulis bisa memetik pelajaran berharga untuk terus konsisten dalam menghadapi jangan terjal yang panjang untuk sukses menjadi penulis. “buku ini sangat mengapresiasi” tutur Tirmidzi sambil menunjukkan buku Jalan Terjal Santri Menjadi Penulis. (M.Kamil Akhyari)