Selamat Datang Di Blog Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama Kabupaten Sumenep

Selasa, 05 Januari 2010

Kembang Api hingga Bagi Bunga


SUMENEP-Detik-detik pergantian pergantian tahun di Sumenep berlangsung meriah. Maklum, selain cuaca cerah, berbagai acara digelar dibeberapa titik. Tak heran, ekspreasi perayaan tahun baru pun menjadi beragam.
Dari pantauan koran ini, terdapat dua titik yang paling di padatioleh warga saat menyaksikan pergantian tahun. Yakni, di areal Taman Adipura dan GOR Ahmad Yani. Di sisi lain, meski tidak begitu ramaijuga terdapat beberapa titikyang dipadati warga dalam menyambut tahun baru. Misalnya, di Lapangan Gotong Royong dan Lapangan Giling.
Banyak cara yang di ekspresikan warga dalam menyambut pergantian tahun itu. Ada yang dilakukan dengan mengendarai sepeda motor beriringan di seputar kota. Sebagian warga lainnyamenyambut pergantian tahun dengan makan bersama keluarga di areal Tama Adipura.
Selain itu, ada sejumlah warga menyambutnya dengan joget-jogetan. Maklum, seperti tahun sebelumnya, terdapat beberapa kelompok musik baik dangdut maupun band yang ikut memeriahkan malam pergantian tahun baru di beberapa tempat.
Ekspresi yang dilakukan warga dalam menyambut tahun baru itu juga dilakukan dengan meniup terompet dan pesta kembang api.
Siang harinya, aktifis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menyambut tahun baru dengan cara berbeda namun sederhana. Mereka memberikan 1.000 bunga ke warga yang melintas di sekitar lampu merah Jalan Halim Perdana Kusuma dan Taman Adipura.
Kendati hujan mengguyur, namun aksi kalangan pelajar NU ini tetap berjalan semarak. Malah, mereka semakin asyik memberikan bunga sambil hujan-hujanan. Dan, masyarakat yang melintas dipaksa untuk berhenti sejenak guna menerima bunga yang disediakan.
Sebelumnya, mereka melakukan konvoi dengan mengendarai sepeda motor mulai dari kantor cabang PCNU hingga depan Taman Adipura. “Biasanya bunga diasumsikan oleh banyak orang sebagai lambang perdamaian. Makanya, dengan pemberian 1.000 bunga diharapkan bisa memberikan perdamaian di 2010,”
Sebenarnya, pemberian bunga tersebut tidak hanya diberikan untuk menyambut Tahun Baru, melainkan, juga mengenang wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Dur. (c22/c26/zid/rd)

Dilansir dari Radar Madura edisi Sabtu 2 Januari 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar